Back To HOME

Jumat, Januari 28, 2011

ARTIKEL BIOLOGI : SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

A. ORGAN-ORGAN PENCERNAAN

Proses pencernaan adalah suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan.

I. Macam-macam Pencernaan :

a. Proses Mekanis : pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.

b. Proses Kimiawi : pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul kecil yang terjadi di lambung.

II. Saluran pencernaan terdiri dari :

a. Mulut

Makanan pertama kali masuk dalam tubuh melalui mulut kemudian dicerna secara mekanis dan kimiawi. Didalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan, diantaranya :

1. Gigi

Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis.

Struktur luar gigi terdiri dari :

- Mahkota gigi : bagian yang tampak dari luar

- Akar gigi : bagian gigi yang tertanam di dalam rahang

- Leher gigi : bagian yang terlindung oleh gusi

2. Penampang gigi terdiri dari beberapa bagian yaitu :

- Email : bagian terluar dari gigi dan merupakan struktur terkeras dari tubuh dan mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.

- Tulang gigi : berada di sebelah dalam email yang tersusun dari zat dentin.

- Sumsum gigi : bagian yang paling dalam

- Semen : merupakan pelapis bagian dentin yang masuk.

B. KERONGKONGAN ( Esofagus )

Merupakan saluran yang mempunyai panjang ± 25 cm dan tipis yang berfungsi sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Kerongkongan senantiasa basah karena cairan yang dihasilkan kelenjar yang terdapat dalam dinding kerongkongan. Terjadi gerakan peristaltik yang mendorong makanan dari rongga mulut ke lambung kurang lebih selama 6 detik.

C. LAMBUNG ( Ventrikulus )

Lambung adalah merupakan saluran pencernaan seperti kantung yang terletak dibawah sekat rongga badan.

Bagian-bagian dari lambung adalah :

a. Bagian atas ( kardiak ) : Berbatasan dengan Esofagus

b. Bagian tengah ( Fundus ) : Bagian badan / tengah lambung

c. Bagian bawah ( pilurus ) : Berbatasan dengan usus halus

Apabila otot lambung kontraksi, otot-otot itu menekan, meremas dan mencampur bolus-bolus hingga menjadi kismis. Peremasan ini dikenal sebagai Pencernaan Mekanis. Dinding lambung terdiri dari otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar dan serong. Pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar buntu. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia besar yang terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung asam HCL / Asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen dan lipase.

HCL memiliki fungsi :

- Mengaktifkan beberapa enzim getah lambung pepsinogen diubah menjadi pepsin.

- Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.

- Mengubah kelarutan garam mineral

- Mengasamkan lambung, yang berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk.

- Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus 12 jari.

- Merangsang sekresi getah usus.

Enzim renin berfungsi untuk mengendapkan kasein / protein susu. Lambung dalam suasana asam akan merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi sebagai pemecah molekul-molekul protein menjadi molekul peptida. Sedangkan lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

D. USUS HALUS ( Intestinum )

Usus halus dibagi menjadi 3 bagian :

1) Duodenum ( usus 12 jari ) karena ukuran panjangnya sepanjang 12 jari orang dewasa.

2) Jejenum ( usus kosong ) karena pada orang meninggal bagian usus kosong.

3) Ileum ( usus penyerapan ) karena pada bagian inilah zat makanan diserap tubuh.

Pencernaan d’intestinum dibantu prankeas. Organ ini berperan sebagai kelenjar enndoktrin dengan menghasilkan hormon insulin, sebagai kelenjar eksoltrin dengan menghasilkan getah pencernaan berupa tripsin, amilase dan lipase.

a. Insulin berfungsi untuk mempertahankan kestabilan kadar gula darah.

b. Tripsin berfungsi untuk memecahkan protein menjadi pepton.

c. Amilase berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa.

d. Lipase berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak.

Kolik salah cerna akibat makanan yang masuk terlalu banyak .

Pencernaan zat tepung ( amilum ) pada usus halus dibantu oleh enzim amilase yang mampu mengubah amilum menjadi maltosa dan bentuk disakarida . Metabolisme basal adalah energi.

E. USUS BESAR

1. Usus besar disebut juga kolon dengan panjang ± 1m yang terdiri atas :

- Kolon ascerolens

- Kolon transvertum

- Kolon descendens

2. Di dalam usus besar sisa makanan dibusukkan oleh bakteri Escherichia Coli yang kemudian membentuk vitamin B12

3. Pada ujung usus buntu ( sekum ) terdapat tonjolan kecil disebut appendiks. ( Berisi masa sel putih berperan dalam imunitas).

4. Zat-zat sisa dalam usus besar mengandung air dan garam mineral yang diabsorbsi kembali oleh dinding kolon ascenolens.

5. Zat-zat sisa didorong oleh rektum ( saluran akhir dari pencernaan ) kemudian keluar melalui defekasi melewati anus.

6. Defekasi ini diawali terjadinya penggelumbangan rektum akibat suatu rangsang disebut refleks gas trokolik.

Kelainan dan Gangguan Sistem Pencernaan

1. Gastritis : radang yang akut

2. Hepatitis : radang pada hati akibat infeksi virus

3. Diare : Gangguan yang disebabkan oleh iritasi pada selaput dinding kolon.

4. Sembelit ( konstipasi ) : Usus besar menyerap air secara berlebihan dari feses sehingga feses sulit keluar.

5. Kolik : Nyeri pada perut karena mengkonsumsi makanan yang mengandung zat merangsang.

6. Malabsorpsi : Kelainan pada lambung dan anus untuk menyerap sari makanan menjadi terganggu.

7. Malnutrisi : Gangguan kesehatan gizi karena ketidaksinambungan gizi.

8. Peritonitis : Infeksi pada rongga perut.

9. Parotitis : Radang pada kelenjar parotis ( penyakit gondok ).

10. Apendiktis : Radang usus buntu dan pembengkakan usus buntu.

11. Hemaroid : Pembengkakan vena di daerah anus.

12. Serastomia : Produksi air liur yang sedikit.

F. SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN MEMAMAH BIAK

Hewan memamah biak ( Ruminansia ) adalah hewan herbivora murni. Misalnya sapi, kerbau dan kambing. Hewan ini disebut hewan memamah biak karena mengunyah makanannya sebanyak dua kali.

Saluran pencernaan ruminansia terdiri atas organ-organ berikut :

1. Rongga Mulut ( Cavum Oris )

Perbedaan gigi mamalia dan ruminansia :

a. Gigi seri ( insisivus ) berfungsi untuk menjepit makanan

b. Gigi taring ( Caninus ) tidak berkembang

c. Gigi geraham belakang ( molare ) berbentuk datar dan lebar. Berfungsi untuk menggiling dan menggilas daun dan rumput.

2. Esofagus

Merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Esofagus ( kerongkongan ) pada sapi sangat pendek dan lebar, serta lebih mampu berdilatasi ( membesar ). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi, diperkirakan sekitar 5 cm.

3. Lambung

Berfungsi untuk menyimpan makanan sementara yang akan dikunyah kembali ( kedua kali ). Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian. Serta, terdapat koloni bakteri selulitik dan protozoa yang bersifat simbiosis mutualisme karena membantu membusukkan atau menghancurkan dinding sel tumbuhan.

Bakteri dan protozoa menghasilkan enzin selulase yang mampu mencerna selulosa dan juga dapat membentuk gas metan dalam keadaan anaerob.

Mula-mula makanan masuk ke dalam rumen. Makanan yang masuk ke lambung ini telah bercampur denga ludah yang bersifat alkali sehingga memberi suasana basa dengn PH ± 8,5.

Dalam lambung sapi berlangsung proses pencernaan :

a. Rumen ( Perut besar / perut urat daging )

Berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Mikroorganisme ( bakteri dan protozoa ) menghasilkan enzim yang menguraikan polisakarida, misalnya enzim : hidrolase, amilase, oligosakharase, glikosidase dan enzim selulase yang berfungsi untuk menguraikan selulosa.

Enzim yang menguraikan protein, yaitu enzim proteolitik dan enzim pencerna lemak.

b. Retikulum ( Perut Jala )

Dalam retikulum makanan diaduk kemudian dicampur dengan enzim, sehingga menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar ( bolus ) oleh kontraksi otot dinding retrikulum. Kemudian gumpalan makanan didorong kembali ke mulut.

c. Omasum ( Perut Buku )

Omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus dan makanan dijadikan lebih halus lagi.

d. Abomasum ( Perut kelenjar / perut masam )

Di abomasum terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan. Misal, enzim pepsin merombak protein menjadi asam amino. Di dalam abomasum terdapat enzim asam klorida yang berfungsi mengaktifkan pepsinogen sebagai desinfektan ( zat pembunuh bakteri ). Setelah makanan halus, makanan didorong ke usus halus untuk diserap sari-sarinya dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Selanjutnya sisa makanan keluar melalui anus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Klik DIbawah ini untuk Tambahan Penghasilan

Online Status

JAM